Working With Power BI – (Basic – Part 1) Create a New File With SQL Server Datasource

Postingan ini adalah bagian pertama dimana kita akan membahas terkait fitur-fitur yang biasa digunakan dalam menggunakan Power BI.

Pada kesempatan ini, aplikasi yang digunakan adalah Power BI Desktop Versi Optimized for Report Server. Namun, Rekadian dapat menggunakan Power BI Desktop biasa karena Power BI Desktop Optimized For Report Server adalah versi yang memang dibutuhkan jika web yang akan dipublish akan menggunakan Power BI Report Server.

Postingan ini tidak akan membahas tentang cara setup dan install Power BI karena sudah terdapat pembahasan tersebut di postingan lain. Postingan ini menganggap Rekadian telah melakukan instalasi Power BI Desktop.

So, let’s up with it.

Create a New File

Tampilan awal setelah Rekadian membuka aplikasi Power BI Desktop adalah sebagai berikut:

Untuk membuat file baru, Rekadian dapat melakukan klik pada tombol Get Data atau jika akan load file yang sudah ada, Rekadian dapat melakukan klik pada tombol Open Other Reports.

Choose Datasources

Pada kesempatan kali ini kita akan membuat file baru dengan datasource dari SQL Server Database. Saat memilih datasource, Rekadian dapat memilih kolom Database, kemudian pilih SQL Server Database pada kolom sebelah kanannya, lalu klik connect. Berikut tampilan saat memilih datasource yang akan digunakan dapat dlilihat pada gambar di bawah ini:

Notes: Rekadian dapat menggunakan lebih dari satu datasource dalam menggunakan Power BI ini.

Configure The Datasource

Setelah memilih datasource dari SQL Server Database seperti penjelasan di atas, maka Rekadian perlu melakukan konfigurasi database tersebut. Rekadian perlu menginput nama server, nama database (optional), dan mode konektivitasnya. Untuk lebih jelasnya, Rekadian dapat melihat gambar di bawah ini:

Import Mode VS Direct Query

Seperti yang telah kita lihat pada gambar di atas, mode konektivitas dalam menggunakan datasource dari SQL Server terdiri dari 2 jenis, yaitu Import Mode dan Direct Query. Antara Import Mode dan Direct Query memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Namun secara garis besar, perbedaan antara Import Mode dan Direct Query dapat dijelaskan seperti penjelasan berikut:

Import Mode:

Tabel, field atau kolom, beserta dengan data yang terdapat pada datasource tersebut diimport dan tersimpan dalam Power BI Desktop.

(+) Pros:

  • Mode ini lebih leluasa dan memiliki lebih sedikit batasan dalam membuat visualisasi atau interaksi visualisasi terkait informasi yang akan ditampilkan pada halaman web
  • Lebih cepat dalam melakukan load data karena data sudah diimport sebelumnya

(-) Cons:

  • Bila ada perubahan pada datasource, mode ini tidak dapat secara langsung membaca perubahan data tersebut. Melainkan memerlukan penyegaran atau refresh data ulang dimana sistem akan melakukan import ulang secara full terhadap data terkini. Refresh Data ini dapat dilakukan secara manual ataupun auto-schedule untuk melakukan refresh data pada waktu yang ditentukan

Direct Query

Pada mode ini, tidak ada data yang diimport ke Power BI Desktop. Mode ini hanya membaca tabel dan kolom atau field, beserta relasi yang terdapat pada datasource terkait.

(+) Pros:

  • Mode ini akan selalu menampilkan informasi terkini karena Power BI Desktop akan melakukan queries ke datasource secara langsung dalam menampilkan informasi.

(-) Cons:

  • Memiliki batasan dalam melakukan pemodelan data dan transform data
  • Membutuhkan waktu lebih banyak dalam melakukan load data karena Power BI akan melakukan queries terlebih dahulu ke datasource dalam menampilkan informasi

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perbedaan antara mode konektivitas Import Mode dan Direct Query dapat dilihat melalui link berikut ini.

Import Tables

Setelah melakukan konfigurasi datasource, Rekadian perlu memilih table yang akan diimport ke Power BI Desktop. Rekadian dapat hanya memilih beberapa table yang diperlukan untuk ditampilkan informasinya pada web atau mengimport semua table. Berikut di bawah ini merupakan tampilan saat Rekadian akan mengimport table.

Setelah memilih tabel yang akan diimport, Rekadian dapat langsung menekan tombol load untuk melakukan import tabel atau menekan tombol transform data untuk melakukan pemodelan atau transformasi data pada datasource yang akan diimport. Pemodelan atau transformasi data ini akan dijelaskan lebih lanjut pada postingan lain.

Jika Rekadian telah berhasil melakukan import tabel, maka tabel yang telah diimport tersebut akan muncul di bagian paling kanan aplikasi Power BI Desktop dan datasource tersebut telah siap digunakan untuk mengolah informasi yang akan ditampilkan pada halaman web yang akan Rekadian buat. Berikut tampilan setelah berhasil melakukan import tabel dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Sekian untuk postingan ini, pada postingan selanjutnya kita akan membahas lebih lanjut terkait transformasi data.

Stay Tuned, Rekadian !

Cheers

– ADIP YANG BUDIMAN –

Arief Budiman Syah has written 3 articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>