Halo Rekadian, ini adalah bagian kedua dimana kita akan membahas terkait fitur-fitur yang biasa digunakan dalam menggunakan Power BI. Bagi Rekadian yang belum membaca bagian pertamanya dapat melihat pada link di bawah ini.
Working With Power BI – (Basic – Part 1) Create a New File With SQL Server Datasource
Seperti yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya, pada postingan kali ini kita akan membahas terkait transformasi data menggunakan Power Query Editor yang terdapat pada Power BI Desktop.
Untuk mengakses Power Query Editor, Rekadian dapat melakukan:
- Tekan tombol Home pada Ribbon
- Tekan Tombol Transform Data
Untuk lebih jelasnya, Rekadian dapat melihatnya gambar berikut ini.

Setelah itu, Power BI Desktop akan memunculkan Power Query Editor pada jendela baru seperti gambar di bawah ini.

Seperti yang Rekadian lihat pada gambar di atas, terdapat informasi terkait tabel-tabel yang telah kita import sebelumnya pada bagian jendela sebelah kiri dan data dari tabel yang kita pilih akan tampil pada bagian tengah jendela. Pada jendela inilah Rekadian dapat melakukan pemodelan atau transformasi data. Perlu dipahami bahwa hasil dari data yang kita transformasi adalah data hasil akhir yang dapat ditampilkan pada report yang akan kita buat. Berikut beberapa fitur yang dapat kita gunakan pada Power Query Editor ini.
Duplicate Table
Power Query Editor memungkinkan Rekadian untuk melakukan duplicate table. Duplikasi tabel ini dapat digunakan salah satunya ketika menghadapi kondisi dimana Rekadian akan menampilkan suatu informasi dari tabel yang sama namun dalam bentuk yang berbeda.
Rekadian dapat memilih tabel yang akan diduplikasi pada bagian jendela paling sebelah kiri dengan melakukan:
- Klik kanan pada tabel
- Klik Duplicate
Selain cara tersebut, Rekadian juga dapat melakukan duplikasi tabel hanya dengan melakukan copy paste pada tabel yang akan diduplikasi dengan cara pilih tabel yang akan diduplikasi pada bagian jendela paling sebelah kiri dengan melakukan:
- Klik kanan pada tabel
- Klik Copy
- Lalu Paste
Berikut di bawah ini merupakan contoh dalam melakukan duplikasi tabel.

Tabel yang telah diduplikasi akan muncul pada akhir daftar tabel dan Rekadian dapat melakukan pengubahan nama tabel tersebut.

Sort Data
Power Query Editor memiliki fitur untuk melakukan sort data sehingga dapat memudahkan Rekadian dalam melakukan pengurutan informasi yang akan ditampilkan pada report yang akan dibuat. Untuk melakukan sort data, Rekadian dapat langsung melakukan pengurutan dari data yang terdapat pada bagian tengah jendela dengan melakukan:
- Tekan tombol yang terdapat pada header column
- kemudian klik Sort Ascending/Descending
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat seperti contoh gambar di bawah ini.

Filter Data
Power Query Editor memiliki fitur untuk melakukan filter data sehingga dapat memudahkan Rekadian dalam melakukan filter informasi yang akan ditampilkan pada report yang akan dibuat. Untuk melakukan filter data, Rekadian dapat langsung melakukan filter dari data yang terdapat pada bagian tengah jendela seperti contoh gambar di bawah ini.

Pada contoh gambar di atas, filter data dilakukan menggunakan advanced filter untuk melakukan filter pada kolom IsDeleted selain yang bernilai False, sehingga sistem hanya akan menampilkan data yang belum dihapus.

Setelah melakukan filter data tersebut, daftar history penerapan-penerapan filter tersebut akan muncul pada Tab Query Setting bagian Applied Steps yang terletak pada bagian paling kanan jendela Power Query Editor seperti yang ditandai garis merah pada gambar di bawah ini.

Rekadian juga dapat mengubah nama applied filter tersebut. Selain itu, daftar applied steps tersebut dapat diubah maupun dihapus. Rekadian hanya perlu memilih applied steps yang akan diubah atau dihapus, maka data pada jendela tengah Power Query Editor akan dinamis mengikuti applied steps yang Rekadian pilih. Namun perlu digarisbawahi bahwa data yang akan ditampilkan pada report yang akan dibuat adalah data yang terdapat pada applied steps terakhir.
Delete Columns
Selain melakukan filter data, Rekadian juga dapat melakukan penghapusan kolom yang tidak terpakai pada tabel terkait. Untuk melakukan penghapusan tersebut Rekadian cukup melakukan:
- Pilih kolom yang akan dihapus (dapat multi select dengan menggunakan shift)
- Klik kanan
- Lalu klik remove columns
Berikut gambar di bawah ini merupakan contoh dalam melakukan penghapusan kolom.

Berikut di bawah ini merupakan tampilan tabel setelah berhasil melakukan penghapusan kolom.

Expand Table Columns
Berdasarkan relasinya, jika suatu tabel memiliki relasi dengan tabel lain, maka tabel yang berelasi tersebut akan muncul sebagai kolom pada tabel terkait. Seperti contoh gambar di atas pada bagian sebelumnya, Setelah melakukan penghapusan kolom, terdapat 4 kolom tersisa yaitu Id, Project Name, Plan, dan WbsEpc yang dimana kolom Plan dan kolom WbsEpc tersebut adalah kolom suatu tabel karena memiliki relasi dengan tabel terkait.
Kolom tabel tersebut dapat secara langsung Rekadian generate data-nya pada tabel terkait dengan cara melakukan expand column. Untuk melakukan expand column, Rekadian dapat melakukan klik pada tombol yang terdapat pada header column table sebelah kanan yang akan di-generate data-nya seperti yang ditandai dengan garis merah pada gambar di bawah. Kemudian Rekadian dapat memilih kolom-kolom yang akan di generate data-nya.

Selain melakukan expand column, Rekadian juga dapat melakukan agregasi data dengan memilih radio button aggregate sehingga akan menampilkan tampilan seperti di bawah ini.

Namun pada kesempatan kali ini, postingan ini hanya akan menjelaskan terkait expand column. Berikut di bawah ini merupakan tampilan setelah berhasil melakukan expand column.

Karena kolom yang di expand dari gambar sebelumnya juga merupakan kolom tabel, maka kita dapat melakukan expand kolom kembali seperti contoh gambar di bawah yang melakukan expand pada kolom Plan Financial.

Dapat dilihat pada gambar di atas bahwa baris Id dan ProjectName sebagai kolom parent menjadi berulang dikarenakan tabel Epc yang memiliki relasi 1-n terhadap tabel Plan dan tabel Plan memiliki relasi 1-n juga ke tabel PlanFinancial. Rekadian dapat mengulang proses ini hingga tabel membentuk model yang diinginkan dalam menampilkan report.
Transformasi data seperti ini salah satunya dibutuhkan ketika Rekadian membutuhkan suatu View dari suatu tabel yang memiliki relasi.
Mungkin sekian saja untuk postingan terkait transformasi data ini, pada bagian selanjutnya akan membahas terkait pemodelan data.
Stay Tuned, Rekadian !
Cheers
– ADIP YANG BUDIMAN –