Analisis Requirement Lanjutan Pertamina Ditgas MOBIDIG PMO

Analisis requirement lanjutan adalah proses yang saat ini sedang kita coba, dengan tujuan transisi yang lebih mulus dari sistem lama/manual ke sistem informasi yang kita buat. Hari ini saya mencoba analisis requirement lanjutan untuk Pertamina Ditgas, proyek MOBIDIG PMO. PMO adalah divisi Pertamina yang bertugas untuk memonitor, menganalisis, dan memberikan laporan untuk semua proyek di bawah Ditgas dan anak perusahaan.

Initial condition
– sudah ada dummy HTML untuk semua halaman PMO. Dummy dibuat pada pertemuan sebelumnya (membutuhkan 3 pertemuan analisis requirement)

Teori
Yang dilakukan pada tahap analisis requirement lanjutan
– mengajukan pertanyaan yang lebih detil daripada di tahap analisis requirement
– onsite, observasi pasif bagaimana client bekerja (3-5 hari)

Praktek
Mengajukan 3 pertanyaan
1. Penceritaan ulang tugas dan proses bisnis PMO
2. Kelebihan dan kekurangan sistem lama
3. Tanggung jawab setiap orang

Observasi setengah hari di kantor PMO.

Menjelaskan cara kerja Rekadia
Mengambil ide dari Scrum, disarankan sistem informasi dibuat secara incremental deployment. Maksudnya dalam perencanaan, dibuat sedemikian rupa sehingga setiap 2 minggu ada sejumlah fitur yang dideploy dan bisa langsung digunakan oleh user.

Evaluasi
Pertanyaan (1) sampai (3) sebenarnya ditanyakan juga pada tahap analisis requirement. Pada tahap analisis requirement lanjutan berfungsi untuk konfirmasi dan in case ada yang client lupa sampaikan.

Melalui 3 pertanyaan, saya mendapat insight baru dari client. Client ternyata ingin sistem yang sederhana supaya tim proyek tidak kesulitan dalam menginput laporan. Ada fitur yang sudah dibuat di dummy, tapi ternyata sekarang client menyatakan fitur tersebut terlalu advance dan belum proritas.

Saya juga baru mengetahui, kalau tim proyek sebenarnya tidak keberatan untuk menginput laporan. Tapi sekarang format laporan masih belum jelas sehingga kadang tim proyek bingung. Melalui MOBIDIG-PMO bisa ada format laporan yang standar sehingga tim proyek mudah melapor ke PMO.

Proses observasi saat ini saya lihat tidak seindah teori. Ada 2 yang bisa diobservasi: proses bekerja dan meeting (PMO dengan tim proyek, PMO dengan manajemen).

Observasi meeting tidak mendapat ijin dari client. Observasi proses bekerja agak sulit karena takut mengganggu privasi. Selama saya observasi setengah hari tidak ada insight. Client juga sepertinya tidak terlalu setuju dengan observasi, sehingga rencana onsite 3 hari dibatalkan.

Incremental deployment mendapat respon sangat baik dari client. PMO akan diupdate berkala ke server production (rencana hosting IIS), untuk dicoba dan mendapat feedback dari client.

Saya pribadi puas dengan uji coba ini. Silakan berkomentar 🙂

Chandra Oemaryadi has written 244 articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>