Halo Rekadian, kini kita telah sampai kepada bagian ke tiga dalam postingan dimana kita akan membahas terkait fitur-fitur yang biasa digunakan dalam menggunakan Power BI. Bagi Rekadian yang belum membaca bagian kedua dapat melihat pada link di bawah ini.
Working With Power BI – (Basic – Part 2) A Miracle Of Data Transformation
Power BI Desktop memiliki beberapa fitur dalam melakukan pemodelan data. Beberapa diantaranya dapat kita lihat pada Tab Modelling pada Ribbon seperti yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas, Rekadian dapat melihat beberapa fitur dalam melakukan pemodelan data, antara lain:
- Manage Relationships
- Measure
- Column
- Parameter
- Manage Roles
- View As
Namun pada postingan ini hanya akan membahas sedikit tentang Manage Relationship, kemudian membahas Measure dan Column.
Manage Relationships
Sehubungan dengan postingan sebelumnya terkait Expand Column yang dapat memudahkan kita dalam membuat View dari suatu tabel yang berelasi, fitur Manage Relationships ini dibutuhkan ketika Rekadian ingin merelasikan antara satu tabel dengan tabel lainnya. Dalam hal data yang terdapat pada postingan ini sudah memiliki relationships saat diambil dari datasource, fitur ini tidak digunakan dalam melakukan expand column pada postingan sebelumnya. Namun fitur ini juga dapat digunakan jika Rekadian membuat beberapa transformasi data dan hasil dari transformasi data tersebut ingin direlasikan untuk membentuk suatu transformasi data baru.
Untuk membuat relationship baru, Rekadian dapat melakukan:
- Pilih Tab Modelling pada Ribbon
- Klik tombol Manage Relationships
- Klik tombol New…
- Lalu pilih tabel dan kolom yang akan direlasikan dapat beserta cardinalitas-nya
- Klik Ok
Berikut merupakan gambar dalam melakukan Relationship baru.

Measure
Measure adalah suatu fitur yang biasa digunakan dalam membuat suatu agregasi data seperti melakukan sum, average, count, dll. Fitur ini termasuk ke dalam DAX (Data Analysis Expressions) dalam Power BI Desktop yang mungkin dapat dibahas pada kesempatan lain.
Untuk membuat suatu measure dapat melakukan:
- Pilih Tab Modelling
- Klik tombol New Measure/Quick Measure
Adapun cara lain dalam membuat suatu Measure adalah dengan melalui Navigation Field yang terdapat pada bagian paling kanan jendela aplikasi, yaitu dengan cara:
- Pilih tabel yang terdapat pada Navigation Field yang terdapat pada bagian paling kanan jendela aplikasi
- Klik kanan pada tabel yang dipilih
- Pilih New Measure
Berikut di bawah ini merupakan gambar dalam membuat New Measure.

Setelah membuat Measure baru, maka akan muncul kolom baru pada tabel yang dipilih sebelumnya dengan icon kalkulator yang menandakan bahwa kolom tersebut merupakan suatu Measure. Rekadian dapat menggunakan DAX untuk melakukan suatu agregasi data pada kolom yang terletak pada bagian atas Canvas untuk membuat visualisasi report. Berikut contoh dalam melakukan agregasi data menggunakan DAX.

Completed Count pada gambar di atas adalah nama kolom yang diberikan untuk Measure baru yang telah dibuat. Nama ini dapat Rekadian tentukan sendiri dan bahkan dapat mengandung space.
Column
Seperti halnya Measure, Column juga merupakan yang termasuk ke dalam DAX (Data Analysis Expressions) dalam Power BI Desktop yang biasa digunakan dalam kondisi Rekadian memerlukan suatu kolom baru yang memiliki nilai berdasarkan kondisi dari suatu nilai dari tabel atau kolom lain.
Untuk membuat suatu column Rekadian dapat melakukan:
- Pilih Tab Modelling
- Klik tombol New Column
Adapun cara lain dalam membuat suatu column adalah dengan melalui Navigation Field yang terdapat pada bagian paling kanan jendela aplikasi, yaitu dengan cara:
- Pilih tabel yang terdapat pada Navigation Field yang terdapat pada bagian paling kanan jendela aplikasi
- Klik kanan pada tabel yang dipilih
- Pilih New Column
Berikut di bawah ini merupakan gambar dalam membuat New Column.

Setelah membuat Column baru, maka akan muncul kolom baru pada tabel yang dipilih sebelumnya dengan icon yang mirip seperti tabel namun hanya memiliki 2 kolom yang menandakan bahwa kolom tersebut merupakan suatu Column atau icon yang mirip seperti tabel dengan tulisan Fx pada bagian bawah kanan yang menandakan bahwa kolom tersebut merupakan suatu Column dengan expression di dalamnya. Rekadian dapat menggunakan DAX untuk melakukan suatu ekspresi data pada kolom yang terletak pada bagian atas Canvas untuk membuat visualisasi report. Berikut contoh dalam melakukan ekspresi pada column menggunakan DAX.

Risk Status pada gambar di atas adalah nama kolom yang diberikan untuk Measure baru yang telah dibuat. Nama ini dapat Rekadian tentukan sendiri dan bahkan dapat mengandung space. Column Risk Status yang dibuat pada gambar di atas merupakan suatu kolom yang memilki ekspresi untuk menentukan nilai berdasarkan kolom dari suatu tabel lain, dalam kasus di atas, Risk Status Column tersebut akan memiliki nilai “Complete” jika nilai kolom ClosedDate dari tabel SKTL (SKTL[ClosedDate]) tidak blank (tidak memiliki nilai). Begitu pula selanjutnya untuk menentukan nilai sebagai “Overdue”, “Potentially Overdue”, dan “Outstanding”.
Untuk informasi lebih lanjut terkait DAX, Rekadian dapat membaca dokumentasi lengkapnya pada link berikut ini.
Sekian tentang pembahasan kita kali ini terkait Data Modelling pada Power BI Desktop. Pada bagian selanjutnya mungkin akan membahas terkait implementasi pembuatan Visualisasi Report. Namun, jika Rekadian memiliki saran atau masukkan terkait materi yang akan dibahas selanjutnya, tak perlu sungkan untuk menuliskannya pada kolom comment di bawah dan jangan lupa untuk subscribe dan tekan tombol like sebagai artikel yang helpful. 😆
Stay Tuned, Rekadian !
Cheers
– ADIP YANG BUDIMAN –