”saya tidak bisa memimpin jika saya tidak berada di posisi teratas.”
Jika saya harus menyebutkan kekeliruan utama yang dilakukan orang dalam memahami konsep tentang kepemimpinan, maka itu adalah keyakinan bahwa kepemimpinan muncul hanya jika memiliki suatu posisi atau gelar tertentu. Anda tidak perlu memegang suatu posisi tertentu di puncak grup, departemen, divisi, atau organisasi anda agar dapat memimpin. Jika anda berpikir seperti itu, berarti anda telah memercayai mitos.
Sebuah tempat di puncak tidak akan secara otomatis membuat siapa pun menjadi seorang pemimpin.
Saya pernah membaca di Internet mengenai Hukum Pengaruh di sebuah artikel berjudul The 21 Irrefutable Laws of Leadership yang menyatakannya dengan jelas: “ukuran yang sesungguhnya dari kepemimpinan adalah pengaruh. Tidak lebih, tidak kurang.”
Saya telah berpengalaman dalam memimpin sejumlah organisasi hampir sepanjang hidup saya, saya telah menyaksikan banyak orang yang disibukkan dengan mitos seperti ini. Saat orang yang memercayai mitos ini dinyatakan sebagai pemimpin berpotensi dan dimasukkan ke dalam sebuah tim, mereka akan sangat tidak nyaman jika mereka tidak diberi semacam jabatan atau posisi yang menempatkan mereka sebagai pemimpin di mata anggota tim lainnya. Bukannya berupaya untuk membangun hubungan dengan yang lain di dalam tim tersebut dan memberikan pengaruh secara alamiah, mereka malah menunggu orang yang menduduki posisi sebagai pemimpin untuk mendelegasikan wewenang kepada mereka dan memberi mereka sebuah jabatan. Setelah beberapa saat, mereka semakin tidak bahagia, hingga mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba masuk ke tim lain, dipimpin oleh pemimpin lain, atau masuk ke organisasi lain.
Orang yang mengikuti pola ini tidak mengerti seberapa efektifnya perkembangan dalam bidang kepemimpinan.
Level kepemimpinan anda terhadap orang lain di sekeliling anda dapat diidentifikasi melalui yang saya sebut “fase kepemimpinan” atau anda dapat mengganti istilah tersebut dengan istilah lain.
Kepemimpinan adalah sesuatu yang dinamis, dan hak untuk memimpin harus diraih secara individual dengan setiap orang yang anda temui. Posisi anda di “fase kepemimpinan” bergantung pada sejarah anda dengan orang tersebut. Dan dengan semua orang, kita memulai tangga kepemimpinan kita dari posisi terbawah.
Level terbawah (atau pertama) adalah posisi. Anda hanya dapat memulai dari posisi yang telah diberikan kepada anda, apapun posisi itu: staf lini produksi, asisten administrasi, staf penjual, mandor, pastor, asisten manager, dan seterusnya. Dari tempat itu, anda memiliki hak-hak tertentu yang menyertai jabatan anda. Namun jika anda memimpin orang lain dengan hanya menggunakan posisi anda, dan anda tidak melakukan hal lain apa pun untuk memperbesar pengaruh anda, maka orang akan mengikuti anda hanya karena mereka harus melakukan hal tersebut. Mereka akan mengikuti anda hanya di dalam batasan-batasan deskripsi pekerjaan anda. Semakin rendah posisi yang anda pegang, semakin sedikit wewenang yang anda miliki berkenaan dengan posisi tersebut.
Jika anda bergerak naik ke level dua, anda mulai memimpin melampaui posisi anda karena anda telah membangun hubungan dengan orang-rang yang ingin anda pimpin. Anda memperlakukan mereka dengan penuh keistimewaan dan respek. Anda menghargai mereka sebagai manusia. Anda peduli terhadap mereka, tidak hanya dengan pekerjaan yang dapat mereka lakukan untuk anda maupun organisasi anda. Karena anda peduli terhadap mereka, mereka mulai lebih mempercayai anda. Sebagai hasilnya, mereka memberikan izin kepada anda untuk memimpin mereka. Dengan kata lain, mereka mulai mengikuti anda karena mereka ingin melakukannya.
Level ketiga adalah level produktifitas. Anda bergerak ke fase kepemimpinan ini bersama yang lain berkat hasil yang anda capai di pekerjaan tersebut. Jika orang-orang yang anda pimpin sukses dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut berkat kontribusi anda kepada tim tersebut, mereka akan semakin bergantung kepada anda untuk menuntun jalan mereka. Mereka mengikuti anda karena apa yang telah anda lakukan untuk organisasi tersebut.
Untuk mencapai level keempat dalam kepemimpinan, anda harus memfokuskan pada upaya mengembangankan orang lain. Oleh karena itu, ini disebut sebagai level pengembangan manusia di dalam kepemimpinan. Agenda anda adalah untuk mencurahkan diri anda ke para individu yang anda pimpin dan membimbing mereka, membantu mereka mengembangkan keterampilan mereka, dan mengasah kemampuan kepemimpinan mereka. Apa yang anda lakukan, pada intinya, adalah reproduksi kepemimpinan. Anda menghargai mereka, memberi nilai tambah kepada mereka, dan membuat mereka lebih berharga. Pada level ini, mereka mengikuti anda karena apa yang telah anda lakukan untuk mereka.
Level kelima dan terakhir adalah level ke-diri-an, tetapi ini bukan level yang dapat di perjuangkan seseorang untuk dicapai, karena mencapainya adalah sesuatu yang berada di luar kendali anda. Hanya orang lain yang dapat menempatkan anda di level ini, dan mereka melakukan hal tersebut karena anda telah memimpin mereka dengan cara yang sangat baik mulai dari keempat level pertama dalam periode waktu yang panjang. Anda telah memperoleh reputasi sebagai seorang pemimpin level lima.
Anda mungkin menemukan ada beberapa level yang tidak termasuk disini, jika demikian anda bebas saja menambahkan level-level lain yang anda anggap ada.
BUKAN POSISI, MELAINKAN DISPOSISI
Apabila para pemimpin potensial memahami dinamika dari kemampuan memengaruhi orang lain dengan menggunakan Lima Level Kepemimpinan, mereka akan menyadari posisi tidak banyak kaitannya dengan kepemimpinan sejati. Apakah para individu harus berada di posisi teratas dari struktur organisasi untuk dapat menjalani hubungan dengan orang lain dan membuat mereka senang bekerja bersama mereka? Apakah mereka perlu memiliki jabatan tertinggi untuk mencapai hasil dan membantu orang lain menjadi produktif? Apakah mereka harus menjadi presiden atau CEO untuk mengajarkan orang-orang yang menjadi bawahan langsung mereka untuk melihat, berpikir, dan bekerja seperti pemimpin? Tentu saja tidak. Memengaruhi orang lain adalah masalah disposisi, bukan posisi.
Anda dapat memimpin orang lain dari mana pun di dalam suatu organisasi. Dan saat anda melakukan hal itu, anda menjadikan organisasi tersebut lebih baik.
Quote dari seorang pemimpin besar yang saya lupa darimana, mengatakan “tidak melakukan apa-apa di posisi menengah berarti menciptakan lebih banyak beban bagi pemimpin teratas untuk bergerak”.
Semua level dari suatu organisasi bergantung pada kepemimpinan dari seseorang. Intinya adalah: Kepemimpinan adalah pilihan yang anda buat, bukan tempat yang anda duduki. Siapa pun dapat memilih untuk menjadi seorang pemimpin dimana pun ia berada. Anda dapat membuat suatu perbedaan, tak peduli di mana pun anda berada.